Palestina

Oleh : Irfan Husaini Nasution

Seorang Bocah Yang Jatuh Tersungkur
Terkena Pecahan Kaca Yang Membuat Dirinya Terluka
Ku Dengar Jeritan-Jeritan Tabuh Di Atas Tanah Jarusalem
Ku Coba Menarik Nafas Dan Ku Lafazkan Allahu Akbar .. Allahu Akbar Allahu Akbar
Dalam Hatiku Menangis Melihat Semua Kezaliman Ini
Tak Henti-Hentinya Ku Berdoa Kepada Illahi Untuk Mengutuk Laknat Zionis itu
Ingin Ku Hancurkan Tulangnya , Ku Remukkan Jantungnya,Ku Penggal Kepalanya
Agar Mereka Tahu Betapa Marahnya Aku.
Wahai Penguasah Jagat Raya Dengarkan Jeritan Mereka Yang Menangis
Menangis Tak Henti-Hentinya Karean Luka Mereka
Zionis Itu Membunuh Anak-Anak Tak Berdosa , Membunuh Wanita Yang Tak Bersalah
Membunug Semua Yang Ada Ditanah Palestina
Ya Allah Hancurkan Para Pembunuh Umat Islam
Hancurkan Mereka Seperti Engkau Menghancurkan Kaum Qurais
Ya Allah Penguasah Jagat Raya Dengarkan Pintaku,
Berikan kesabaran dan kekuatan Palestina

Dalam Doaku Untuk Semua Yang Ada Di Negeri Palestina

Posted by
Unknown

More

Di Pondok Kecil

Oleh : Irfan Husaini Nasution

Dipondok kecil itu terdengar suara kecil memanggil
Dipondok kecil itu  ku lihat wajah nan suram dibalik tawa
Ku dengar suara ibu sedang memanggil dengan nada yang pelan hampir tak terdengar
Teringat dengan masa laluku yang dimanja dan ditimang-timang olehnya
Di tempat ini ku dilahirkan dan dibesarkan oleh kasih sayangnya
Namun kini semua tinggal kenangan semu.
Nafas yang tersengah sengah menanti ujung hidupnya
Air mataku tak kuasah menahan kesedihan ini
Ku tatap wajahnya yang kaku dipembaringan .
Ingin rasanya aku menjerit namun ku tak mau ibu tak tenang disana
Ku tutup kain putih untuk menutup seluruh wajahnya.
Ku peluk dengan erat tubuh nya yang dingin dan kuteteskan air mata dipipinya .
Hanya doa yang mampu ku ucapkan untuk menghantar ibu ketempat peristirahatannya yang terakhir.
Menanti ajalku untuk bertemu dengan ibu disana.

Namun bukan dipondok kecil melaikan di surga atau neraka.

Posted by
Unknown

More

Pesta Sunyi

Oleh : Irfan Husaini Nasution

Malam semakin larut , bintang-bintang tak mampu menunjukkan sinarnya
Sang rembulan tak berdaya mengindahkan malam ini
Hanya suara jangkrik yang menari nari di pikiran ku
Suara gong gongan anjing menambah meriah pesta kali ini
Tak ku dengar suara berisik alunan disorsi , tak ku dengar suara hentakan music yang meriah
Namun tetap ku nikmati pesta sunyi ini. Tak ada rasa jenuh yang terasa dihati
Ku dengar alunan dzikir berkumandang dipestaku.
Ku dengarkan alunan doa ditelingaku
Ku dengarkan suara seperti bernyanyi namun dengan nada yang sedih
Dandanan yang serba hitam dan putih menambah gemerlap pesta malam ini
Jam terasa begitu lama , terasa tak mampu untuk mengitari angka 12
Pesta malam ini terasa damai , tak ada dorongan , injakkan serta cacian
Melaikan alunan dhizir , doa dan tangisan yang memeriahkan
Inilah pestaku , pesta yang berbeda dengan pesta p lainya.
Inilah pestaku , dimana seseorang yang menjadi tuan rumahnya dan ia terbujur kaku
Terbungkus kain putih ditengah tengah para undangan yang datang.
Izroil adalah tamu paling special . karena ia tamu paling pertama datang
 karena berkat ialah pesta ini diadakan

Dan kehendak Allah pula menjadikan pesta ini. Inilah pesta , pesta kesunyian.

Posted by
Unknown

More

Datuk Mati Dibunuh

Oleh : Irfan Husaini Nasution

Gemerlap kekuasaan tak menjatuhkan kedermawananya
Sejauh mata memandang hanya itulah yang terbias dipikirannya
Dua bola mata tak bergairah kedip disemenanjung malaka
Semercik air mata mengalir tak henti hentinya bagai air bah yang datang menerjang

Datuk mati dibunuh datuk mati dibunuh
Kata-kata yang indah ku selaraskan dengan peristiwa keji itu
Manusia seperti hewan , bahkan melebihkan bahkan persis sama
Tingkah nan arogan membalut dalam tulang diselimuti oleh daging dan kulit
Sebercak darah dipisau sebagai saksi betapa kejamnya dunia ini.

Menanti giliran dengan apa yang dilakukan.
Tanah yang gersang membisu menjadi alas tidurnya
Air hujan yang menangis membahasi sehelai daun kelapa
Tak henti hentinya berkata datuk dibunuh datuk dibunuh
Seperti anak ayam kehilangan induknya.
Biarlah tuhan yang tahu biarkanlah tuhan yang membalas

Mungkin itu takdir datuk mati dibunuh

Posted by
Unknown

More

Aku bukan Binatang Jalang

Oleh : Irfan Husaini Nasution

Aku bukanlah binatang jalang
Kulitku tak mampu menahan gesekan peluru  panas
Yang menerjang keras mengikuti arah angin
Jantungku bukanlah baja yang mampu menahan amarah dan emosi dalam diriku
Kaki ku tak mampu berjalan ditengah krikil tajam yang menusuk hingga tulang-tulangku
Mataku perih melihat penderitaan , kebodohan dan kemunafikan para penguasah Negeri ini
Otakku tak mampu berpikir keras untuk membangun Negeri para bangsat-bangsat ini.
Namun kau harus tau betapa inginnya aku untuk membasmi para koruptor  berlabel binatang jalang.
Membakar mereka hidup hidup ,di tengah kota yang sepi dan dingin
dengan uang korupsi sebagai sumbuhnya.
Kau kau dan kau tak mampu untuk melawan ku.
Meskipun Pisau belatih menusuk perutku , mencongkel mataku , mengoyak kulitku
Namun ku tetap katakan aku bukan binatang jalang di negeri para binatang jalang ini.
Aku adalah angin yang berhembus dengan cepatnya
Mengalahkan Kilat yang sedang menggila di atas sana.
Aku bukanlah sang pahlawan yang berparas tampan , berjubah mewah dan berhati mulia.
Namun kau pasti tau apa yang ku , kau , dan kita semua mau.

Memusnakan para binatang Negeri Binatang jalang ini.

Posted by
Unknown

More

Pukimak

Oleh : Irfan Husaini Nasution

Laut mu yang indah , hasil dan kekayaan lautmu yang melipah . Percuma
Alam mu yang kaya dan flora fauna mu berbagai jenis , Percuma
Merahmu  yang gagah berani , putih mu yang suci nan wibawa , percuma
Jika rakyatmu , pemimpin  dan pejabatmu semuanya pukimak
Kekayaan budaya dan keanekaragaman bahasa mu yang sahaja , percuma
Garuda yang kuat dan bunga melatihmu yang wangi semua itu percuma
Jika pendudukmu , pendatangmu dan yang ada disini semuanya pukimak
Pukimak yang membuat Negara mu busuk , pukimak juga yang mampu menegaskan semuanya.
Biarkan hasil lautmu di ambil oleh Negara lain , biarkan kekayan alam mu diekploitasi .
Biarkan biarkan mereka merampas semua . karena mereka itu pukimak

Semua pukimak , semuanya pukimak . rakyat , pejabat , presiden semuanya pukimak

Posted by
Unknown

More

Ini Aku dan Kamu

Oleh : Heny Anggreini Cita cinta adalah aku Tak ingin dijalannya, Ada titik kelam juga muram Adakah cinta yang terselubung Dalam pikir dan benak? Diakah yang ada di sini? Di benak dan pikiran ini? Diakah yang mengisi sudut-sudut ini? Tak kutemui satu jawaban untuk beribu pertanyaan Aku ingin dirimu, hatimu. Benarkah ini dari hatiku? Bukan nafsu birahiku? Yang karena kau selalu bersamaku

Posted by
Unknown

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Blogroll

About

foxyform

Blogger templates

Blogger news

Copyright © / Gelitar 12

Template by : Urangkurai / powered by :blogger